Kamis, 05 Juli 2012

Bahasa itu Penyambung Lidah

Wohhh Bonnn..... Jangan main-main dengan bahasa. Waktu eike turun ke lapangan terjun langsung pada penduduk, walaupun masih dalam cangkupan daerah kelahiran tanah air kesatuan yang cuma beda 30 km daripada kota tercinta, bahasa sudah menjadi kendala komunikasi. Nyiahahahaa apa eike yang kurang wawasan ? Aduh, kayaknya iya. Dari beberapa hari ini eike ambil rumusan. Touch the language.

Masyarakat desa akan lebih pay attention jika penyampaiannya disampaikan dengan bahasanya. Nah, kalau sininya nda bisa ? Yaa jadinya mangap-mangap kaya cupang habis diadu. Eike pikir ambil KKN dirumah sendiri akan bebas hambatan lancar jaya ngejos. Yah, itu jelas khayalan yang murahan. Buktinya jelas kebalikan. Eike beberapa hari plenga plengo kayak bencong nyari upil. Tugas turun ke lapangan yang eike sangkakan enak seperti vacation bubar jalan. Ini kerja nyata BON ! NYATA ! turun ke sawah, cium bau lumpur, air sawah juga bau tai ternak. Luar biasa. Belum lagi sosialisasi dengan masyarakatnya. Wooooh Bonnn bayangin, eike yang outsider ini yang tadinya kece jadi pocong tengah hari. Sekarang eike sadar, kalau eike nyia-nyian bahasa jepang eike, suram banget. Ini nih fungsinya eike refleksikan pengalaman beberapa hari ini. Balik ke daerah sendiri aja kagok setengah mati, apalagi entar nekat ke Jepang nyari kerja cuma berbekal bahasa Jepang yang aduhai begini yooo jauh dari mati syahid eike (hahaha). Sampai sana ? Kerja nggak dapet, pulang kena marah pula. Ya sudahlah seperti kata Bondan.

Jauh dari kesadaran eike, kemarin kemarin kemarinnya lagi eike pernah menabung mimpi, sehabis kuliah ini, eike mau cuz ke sana (jepang). No matter what, cus aja gitu pikir eike. Tapi setelah kemarin di desa merasakan kekagokan nasional yang cukup membatin. Jangan NEKAT entar FATAL. Yaa, kuasain dulu ilmunya, bahasanya, wawasannya. Jika tidak ? Tergantung usaha dan rezeki masing-masing.

note : eike bakalan ngerapiin lagi folder jepang dikepala ini. Eike harus siap lahir batin baru eike akan cuz ke Jepang. Ga boleh nekat. Nekat = mati seBelum nikah. hahahaaa

Coba eike ada ilmunya ! Coba aja dulu..... Tiba-tiba terbayang some regret. Aiiiigooo..... Random. Don't try this at home !

Rabu, 04 Juli 2012

Little voice

Love is can’t reject can ignore
Bad mood is can’t reject can’t ignore
It’s Hard to damage is hard to repair
Cuma hanya sekedar bosan
Sedikit kacau
Dan sudah terlalu lama
Inilah caraku bersabar, ku tulis dengan halus
Pernah bosan ? Bagaimana rasanya ? Enak ?
 Tidak kan ?
Perlu lagi bertanya ?
Pasti bosan untuk menjawab
That’s I feel
Kacau, itulah keadaanku
Dan ini tak terencanakan
I can’t handle it
Pernah juga seperti ini ?
Nyaman ?
I’m losing my word
Word by word suddenly disappear
Even that’s just say hallo
It’s hard to say
I can’t be able anymore
WHY ?
It’s suddenly broken
I’m not ready yet

Aku Anak Palestina !

Aku anak Palestina. Aku telah membiarkan kelaparan berhari-hari, dan sekarang berminggu-minggu. Saya mendengar di tempat lain anak-anak tertidur di tempat-tempat tidur mereka. Ibu mereka dengan hangat di sisi mereka, menyanyikan lagu untuk mereka. Ayah-ayah mereka akan menciumnya sekali mereka bangun di pagi hari dari temapt tidur. Mereka memiliki permainan dan mainan untuk bermain dengan…. Tapi saya, saya bermain dan menunggu kematian.

Aku seorang anak Palestina. Ibuku selalu menangis. Dia memakai pakaian hitam karena dia menghadapi kegelapan setiap hari. Musuh-musuh matahari… anak-anak mereka para penindas. Ketika mereka pertama menembaki rumah kami dengan bom, Ayahku menjadi shahid. Sama seperti ayah-ayah Palestina lainnya. Sekarang aku semuanya sendiri. Tanpa pemilik, seperti anak-anak Palestina yang lainnya. Aku seorang gadis cilik yatim piatu Palestina. Aku memiliki saudara-saudaraku Azra dan A’ishah, berumur 5 tahun . Mohammad dan Zeyneb berumur 9 tahun. Kami tidur bersama dalam satu tempat tidur, karena kami tidak memiliki tempat tidur lainnya.    

Aku seorang anak Palestina, tetapi aku… Aku belum bisa tidur dari suara pesawat dan bom. Diwaktu seperti ini kami saling memeluk dan menangis. Dimalam seperti ini kami terkena letusan bom. Kami ketakutan dan berteriak “Ibu, Ibu, Ibu….!” Ibuku tidak membalasnya juga karena ia berselimut kemerahan, tetapi merah yang yang tak bersuara. Ibuku yang selalu memakai pakaian hitam kini telah berlumuran darah. Ibuku telah syahid… Buaian bayi Aisyah pun berlumuran darah, Mohammad dan kakak tumpuanku pun telah syahid.

Aku seorang anak Palestina, yatim piatu. Aku tak bisa bangun… Karena aku telah kehilangan satu kakiku. Aku menangis dan berteriak… “Apa kejahatanku ?!” Mereka mengatakan namamu adalah Summayah. Inilah kejahatanmu. Sama seperti orang yang bernama Aisyah, Fatimah dan Muhammad. Hal ini karena kalian adalah anak-anak yang syahid. Seperti semua anak-anak Palestina lainnya, karena aku adalah anak Palestina, “tidak punya saudara” Mereka berkata kepadaku… “Tidak ada seorangpun yang dapat mendengar kalian” Aku bertanya pada mereka,…. “Tidakkah ada seseorang di dunia yang seperti aku” Mereka berkata, “1,5 miliar diantar mereka bernama Aisyah dan Ahmad” Aku tak percaya itu ! Dimana mereka ?!! Tunjukkan padaku di mana mereka ?! Dimanakah kaum muslim ?! Sudahkah mereka melepaskan kami dari tangan kaum Yahudi ? Lalu aku mengangkat tanganku, memohon kepada Tuhanku ! Ya Allah, aku meyakini-Mu, dan aku melihat perlindungan-Mu. Aku bergantung kepada-Mu dan keyakinan-Mu. Engkaulah pelindung kami dan Pemilik segala sesuatu. Engkaulah Tuhan semesta alam dan Engkau adalah Tuhanku. Ya Allah hancurkanlah mereka !

Aku seorang anak Palestina. Seorang anak yatim piatu.  

Who ?

siapa yang sebenarnya mereka panggil teroris itu ???
apakah mereka yang berpendapat berbeda ?
ataukah orang yang datang pengajian ?
atau bahkan orang-orang yang sedang sholat ?
laki-laki dan wanita yang menjaga auratnya
diawasi 24 jam seolah-olah mereka manusia berbahaya
yang setiap langkahnya bagaikan bom yang siap meledak.
seperti kematian Hasan Al Bana
seorangpun tak boleh mendekati jasadnya
hanya ayahnya yang boleh memandikan, mensholatkan dan menguburkannya
semua orang yang berusaha menziarahi keluarganya ditangkap dan di penjara
jenazahnya diusung, diiringi todongan puluhan senjata
Hari itu orang yang membawa Al Quran dipenjara
orang yang melaksanakan sholat ghaib dan menghadiahkan bacaan surat al-Fatihah dianggap melakukan tindakan kriminal
orang yang membaca doa untuk mengiringi jenazahnya sama dengan melanggar aturan negara
saudara...
apakah kalian bahagia disaat seorang yang begitu kuat agamanya ditembak mati hanya karena difitnah ?
apakah kalian benar-benar melawan "teroris" itu ?
tahukah kalian ?
mereka membuat istilah teroris itu untuk memerangi siapa ?
mereka membuat istilah ini untuk memutus tali yang kita pegang ini dengan kuat...
membenci "teroris" sama dengan membenci muslim

Ini Random

   Mimpi gue bukan jadi penyanyi, apalagi dancer. Juga bukan dokter apalagi dukun. Mimpi gue sederhana, bahkan lebih sederhana dari rumah susun didepan sana. Selama ini gue kebanyakan mimpi dan sekarang gue sadari, gue gak bakal wujudin itu satu-satu. Gue sebenernya udah tau persis tujuan gue. Tapi herannya yaa kenapa gue ga pernah sungguh-sungguh. Apa ini yang namanya menunggu kesiapan hati ? Cih, jelas gue gak akan pernah siap. Tujuan gue sendiri adalah lebih besar dari mimpi gue. Mimpi gue yang sederhana itu adalah “bisa sungguh-sungguh menjalani jalan tujuan gue”. Udah itu aja satu.

Harusnya ini bukan “mimpi”. Tapi “wajib” nonaaaa !!!!
  
  Itulah yang hilang dari gue sepenuhnya. Makanya itu menjadi mimpi yang seolah-olah susah digapai. (Kebanyakan main pikiran ini jadinya begini. Mumet sendiri.)