Selasa, 01 September 2015

Piknik Asik ke Masa Lalu

Langit Kuta, 5 Juni 2012

Penting jadinya jika kita punya kenangan indah dimasa lalu. Entah, tentang tawa atau tangisan, esensinya akan berasa dimasa yang akan datang.

Ya, mungkin karena aktifitas yang monoton yang hambar, kenangan begitu manis untuk dikunjungi. Sebagai penambah gairah penambah darah, menggelar karpet empuk dipadang rumput masa lalu, sambil duduk menghidupkan moment-moment yang telah terjadi. Tak lupa, perbekalan rasa lelah dilumat habis dan segarnya juice rasa kebahagian yang pernah ada membasahi tenggorokan yang sudah haus akan liburan.

Walau semenit dua menit melakukan piknik tiap suntuk, rasanya tidak ada alasan untuk berlara hati karena himpitan. Kenangan indah akan mendorong hasrat untuk kembali membuat kenangan lebih indah. Bukan malah terjebak pada kenangan. Kembali pada masa lalu untuk menyeimbangi masa sekarang dan penyemangat masa yang akan datang.

Dan tentunya piknik ini priceless binggo. So, lets to make a very good memory !


Rabu, 12 Agustus 2015

Bbamm Punched

Bbamm... sebuah karma jatuh tepat diatas hati.

Mau apa?

Tak bisa berkata.

Tak bisa marah.

Tak bisa apa apa.

Kemudian sakit yang tak terkira menjadi perenungan.

Mata dibalas mata.

Pahit berbuah pahit.

Mematahkan pada akhirnya juga akan dipatahkan.

Segala syukur pada perihnya, menyakiti tak menghasilkan kesembuhan.

Aku jatuh lalu tersungkur.

Sujud ku pada kaki ilahi.

Bercampur haru melahirkan pasrah.

Ya, kepasrahanku menerima dengan penuh luka membuat udara segar.

Hati yang berat berubah ringan.

Sungguh penerimaan akan karma yang datang tiba-tiba adalah hal yang manis.

Tenanglah jiwa yang resah.

Jumat, 07 Agustus 2015

Celutuk Nyaring Tiada Bunyi

Lelah, membuat abai.
Entah sebab, akibat nampak.

Pilu sudah tak berkesudahan.
Saling ratap, senyum ditolak.

Wajah murung, hati tersayat.
Ingin berontak tak ada otak.

Perkara satu menghimpit paru.
Tak kunjung selesai saling kutuk.

Berdamai juga tiadalah arti.
Hanya badan kian membungkuk.

Semakin hari menista diri.
Pergi pagi pulang kalah telak.

Sabar sabar disayang Tuhan.
Ya, boleh jadi ada kehendak.

Pelan saja merajut layar.
Luka luka juga kan membusuk.

Sudahilah bermurka sumpah.
Jalani suratan dengan khusyuk.

Jumat, 31 Juli 2015

Undangan Nikah

Haii girls yang seumurun yang juga udah tahap rawan sekalian risih juga sama kedatangan Undangan Nikah... Ciiiyeh, tatapan nanar atau what is this thing nyinyir serem, cuma liat tanggalnya ama tempatnya, nama yang nikah skip aja.

Setiap ada teman yang mau nikahh, nyebar undangan digroup chatting atau medsos, notification hape penuh, selamat ini itu, bakalan datang atau gak jadi datang. Yaah, normal lah yah.

But, paska itu, eeem berbulan kemudian, yang pada udah nikah ini ceritanya ngomporin frend frend nya buat nikah. Ini lah itu lah, so many advantages ketimbang hidup belum ijab kabul. Iyaa keles, kita nya gak mau nikah. Yes we want it badly. Ga pake di provokasi in juga udah di prioritas in. Bukan nya mau hura hura hidup sendiri. Ada benang merah yang masih belum ketemu aja. Percaya deh.

Gara gara ini nih jadi kepikiran, kapan ya?

Bah! Mesti motivasi diri kuat-kuat biar kuat. Pertanyaan penting yang hanya Tuhan yang bisa jawab. Kita bukan barang, yang bisa disebut udah laku apa belom. Bukan hanya sekedar mesin produksi yang ready tapi adalah wanita seutuhnya. A human being.

Sedikit protes sama society, kalau ditanya kapan nikah? Atau next questionnya, udah hamil? Semacam todongan yang udah primitif binggo. Tapi mau gak mau, latah juga sih jawab that is question. Defensive.

Nikah! Hamil! Tapi mereka lupa ada proses yang harus dihargai. Pengorbanan yang dilalui, hati yang berdoa tiap hari. Kalau nikah tujuannya hamil doang ya wassalam menurut gueh.

Mereka tidak tau seberapa keras kita menghindari zina menjauhi maksiat demi kesucian diri sebelum nikah.

Mereka tidak tau berapa mimpi yang sudah antri buat direalisasi in. Mereka tidak tau masing masing hidup manusia sudah yang ada yang ngatur.

Hindari gelisah, biar kalau waktunya sudah datang, jiwa raga bahagia.

Yang nyinyir gak usah diundang sekalian. Hahahaaaa.

Liat dicermin, entar dia yang ada didepan  cermin itu akan jadi seorang istri, jadi ibu, jadi mantu, jadi bagian keluarga yang baru. Don't look down, its just about time. Seberapa keras usaha kalau belum waktunya ya belum. Jangan memaksa diri ketika yang lain sudah status baru, buru buru juga kepingin ganti status.

You're precious to me, stay be me until a baby call your name.