Minggu, 27 Oktober 2013

Perubahan

Perubahan !!!

Menjanjikan harapan, impian, juga semangat. Perubahan, memberikan greget tersendiri yang mendesir ketika ada sesuatu yang memang harus diubah.

Akan tetapi, ketika perubahan diterapkan (paksa) pada diri, karakter serta sikap, bukannya harapan yang hadir, malahan hati mengeras membatu.

Aku menjadi aku seutuhnya pun dianggap dosa ketika aku dituntut melakukan perubahan diri secara total.

Pakaian, makan, perut, letak bibir, mungkin posisi beha harus diubah.

Ah, memang semua untuk baiknya diriku.

Sekali lagi tapi, kenyamanan menjadi aku yang seperti ini adalah bagian hak ku dalam menghidupi hidupku.

Kali ini aku berkeras kepala tetap menjadi aku. Dan menunggu siapa saja yang menerima juga mungkin menerima kekeras kepala an ku.

Minggu, 04 Agustus 2013

Sirih dan Pinang

Susah payah kau kunyah, kau ludah juga.

Hidup memang seperti makan sirih dengan pinang.

Pahit dengan sensasi nagih.

Kawan kau tidak sebaik saudara juga tak seburuk lawan.

Percaya saja pada kawan, tak banyak juga tak kurang.

Berkawan memang ada pahitnya, nikmati saja.

Besok juga akan kau cari lagi.

Rabu, 31 Juli 2013

Don't ever say

Haii... pernah ga dibilang "sok sibuk" "kebanyakan gaya" atau "alah bohong" saat kamu benar-benar dalam keadaan sibuk dan lelah pada waktu yang sama ?

Kalau belum ataupun sudah pernah, Don't Ever Say that pada orang lain.

Rasanya ga enak, tentulah marah, dan susah untuk bela diri sendiri, hanya akan dibantah. Kamu akan bete seketika dan males banget untuk mengubah suasana, atau baikan lagi. Hahaha....

Ingat, orang lain itu bukan benda mati, tapi ada hati yang bisa saja terluka dan susah diobati.

Walaupun benar dia tidak sibuk seperti apa yang kamu lihat, simpan lah kata-kata itu. Mungkin apa yang tidak kamu lihat, dia ternyata mengalami masalah atau memiliki kesibukan yang dia tidak mungkin bagi atau beri tau pada kita.

Berbaik sangka saja lah. Karena kita tidak pernah tau kesukaran orang lain.

 




Jumat, 26 Juli 2013

Lirik sini

Setiap katanya diiyakan, dituruti, dilaksanakan.

Biar kita tenteram, dia besar kepala.

Lihatlah, sekarang dia minta kepalamu untuk alas kakinya.

...

Aku pikir dia manusia biasa, ada cacatnya.

Ternyata bukan hanya cacat, hati pun dia tak punya.

Buktinya, dia tabur garam di atas mulut yang penurut.

...

Dan hebatnya yang lelah bukan satu dua orang untuk mengikutnya.

Hampir semua mata yang melihat dan semua telinga yang mendengar,

Tak kuat kuasa untuk berpaling, pergi dan menjauh.

...

Ya, dia terlalu jujur menyatakan ketidakmampuannya dengan berkata dia mampu